Scanner Canon Lide 100 di Ubuntu
Penggunaan Scanner secara terpisah saat ini sudah tidak begitu banyak digunakan lagi, hal ini dikarenakan fungsi scanner sudah disatukan kedalam sebuah printer yang multifungsi. Printer umumnya saat ini sudah menggunakan teknologi All-in-Ones yaitu dalam satu perangkat sudah bisa menjalankan fungsi mencetak, menscan dan mengcopy. Tentunya banyak orang akan lebih memilih membeli printer yang multifungsi ketimbang printer biasa ataupun scanner saja. Bagi Anda yang menginginkan fungsi lebih dari sebuah scanner biasa, ada baiknya membeli Scanner terpisah.
HAK CIPTA != MILIK ALLAH
Jika hak cipta adalah milik Allah (Tuhan), maka:
- MEREMEHKAN ALLAH. Bangsa Indonesia mengakui bahwa Tuhan itu Maha Esa. Umat islam mengartikan basmalah sebagai Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dalam hal penciptaan pun, Allah itu Maha Pencipta. Jadi Allah itu pemilik Hak Maha Cipta
- TIDAK PERLU PERDAMAIAN. Ya! bertengkar dan berkelahi saja. Karena kasih dan sayang (rahman dan rahim) itu bukan milik manusia, tetapi milik Allah.
Ingatlah, ada kata Maha dalam setiap sifat-sifat Allah / Tuhan, dan Dia mengajarkan semua itu kepada manusia. Manusia juga boleh mencipta, berkreasi dan berinovasi. Jadi… apapun yang dibuat oleh manusia, termasuk software, closed source dan open source, tetap harus dihormati, dihargai.
WGET – LINUX DOWNLOAD MANAGER
Mendownload Single File
Berikut ini contoh mendownload file tunggal ke direktori yg sedang digunakan.
$ wget http://www.openss7.org/repos/tarballs/strx25-0.9.2.1.tar.bz2
Saat mendownload, akan ditampilkan progress bar dengan informasi seperti berikut:
Persentase penyelesaian download
Total ukuran file yg didownload (dalam bytes)
Kecepatan download saat itu
Perkiraan sisa waktu penyelesaian download
Mendownload and menyimpan dengan nama berbeda
Pada setelan asli, wget mengambil nama file dari kata terakhir setelah slash terakhir.
Contoh berikut akan mengambil dan menyimpan file dengan nama: download_script.php?src_id=7701
$ wget http://www.vim.org/scripts/download_script.php?src_id=7701
Jika eksekusi, tidak akan menghasilkan apa-apa. Untuk mengoreksinya, gunakan option -O seperti berikut:
wget -O taglist.zip http://www.vim.org/scripts/download_script.php?src_id=7701
Menentukan Download Speed / Download Rate Menggunakan wget –limit-rate
Tanpa option –limit-rate, maka wget akan menggunakan bandwidth yang memungkinkan dari yang tersedia. Berikut contoh untuk membuat batasan download rate / download speed pada level 200k
wget –limit-rate=200k http://www.openss7.org/repos/tarballs/strx25-0.9.2.1.tar.bz
Menlanjutkan download yg tersisa dengan wget -c
wget -c http://www.openss7.org/repos/tarballs/strx25-0.9.2.1.tar.bz2
Option ini berguna saat mendownload file besar hingga harus bersambung. Perintah wget dilakukan dari direktori yang sama.
Download di latar belakang dengan wget -b
Ada baiknya file yg besar didownload secara ‘latar belakang’ atau background. Gunakan option -b sebagai berikut:
$ wget -b http://www.openss7.org/repos/tarballs/strx25-0.9.2.1.tar.bz2
perintah ini akan diikuti informasi:
Continuing in background, pid 1984.
Output will be written to `wget-log’.
yang akan menginisiasi download dan menampilkan kembali prompt shell. Untuk memeriksa proses downloadnya, gunakan tail -f seperti berikut:
tail -f wget-log
kemudian akan muncul informasi kurang lebih seperti contoh berikut:
Saving to: `strx25-0.9.2.1.tar.bz2.4′
0K ………. ………. ………. ………. ………. 1% 65.5K 57s
50K ………. ………. ………. ………. ………. 2% 85.9K 49s
100K ………. ………. ………. ………. ………. 3% 83.3K 47s
150K ………. ………. ………. ………. ………. 5% 86.6K 45s
200K ………. ………. ………. ………. ………. 6% 33.9K 56s
250K ………. ………. ………. ………. ………. 7% 182M 46s
300K ………. ………. ………. ………. ………. 9% 57.9K 47s
Menjadikan wget sebagai user agent browser
Beberapa website tidak membolehkan mendownload halamannya dengan mengidentifiksi user agennya. Berikut trik untuk mengatasinya:
$ wget –user-agent=”Mozilla/5.0 (X11; U; Linux i686; en-US; rv:1.9.0.3) Gecko/2008092416 Firefox/3.0.3″ URL-TO-DOWNLOAD
Tutorial lainnya di:
www.thegeekstuff.com
UPGRADE UBUNTU 11.10 -> 12.04
Tim Ubuntu dengan senang hati mengumumkan release Ubuntu 12.04 LTS (dukungan jangka panjang) untuk desktop, server, cloud, dan produk-produk inti. Tutorial ini akan menjelaskan bagaimana menaikjenjangkan (ih… terjemahan paksa upgrade) ubuntu 11.10 (oneric ocelot) ke ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin (trenggiling) Desktop.
Sebelum melakuan upgrade:
- Pastikan sudah memiliki seluruh pemutakhiran (update) pada ubuntu 11.10.
- Cadangkan /backup sistem secara menyeluruh
Memulai proses upgrade
- Anda perlu meluncurkan update manager dari dashboard. Tekan tombol windows pada keyboard untuk meluncurkannya dan mencari update manager.
- Setelah jendela update manager terbuka, klik pada tombol check for new updates yang tertera di dalamnya.
- Pada saat ini Anda bisa melihat release baru telah tersedia untuk diupgradekan, klik pada tombol upgrade untuk memulai proses upgrade.v
- Anda bisa melihat catatan release. Klik tombol upgrade.
- Masukkan password untuk melakukan kerja adminsitratif, lalu klik ok.
- Persiapan upgrade mulai berproses.
- Jika memiliki daftar sumber pihak ketiga, akan dimunculkan pesan. Klik Close
- Pesan “Apakah Anda ingin memulai upgrade” akan mumcul. Klik Start Upgrade.
- Pengunduhan paket-paket baru dimulai.
- Setelah pengunduhan selesai, dilanjutkan dengan pemasangan paket. Setelah pemasangan selesai, silakan nyalakan ulang (restart) komputer Anda.
Anda bisa memeriksa upgrade dengan perintah sebagai berikut:
sudo lsb_release -a
Disadur sepenuhnya dari ubuntugeek
Humas sudah tahu soal dishub
Rabu 11 April 2012 saya mendapat tugas monitoring siswa prakerin ke Setda Kabupaten Banjarnegara. Kebetulan siswa saya ditempatkan di bagian Humas, dengan pembimbing lapangannya adalah Ibu Peni Hariningsih yang bertanggung jawab di bidang PDE (pengolahan data elektronik). Kesempatan ini langsung saya manfaatkan untuk ‘rasan-rasan’ soal kunjungan KLuBan ke Dishubkominfo tempo hari.
Dari obrolan kami, didapat situasi bahwa pembebanan fungsi kominfo di tiap-tiap kabupaten di Jawa Tengah memang masih sangat beragam. Yang dibawah Humas, ada pula yang di bawah humas tetapi infrastruktur di Bappeda, ada yang di dishubkominfo dan ada yang merupakan badan / dinas tersendiri. Jadi tidak bisa serta merta disamakan. Untuk mengubah strukturnya, harus ‘ngluthik’ Bupati dan DPR Kabupaten.
sing mbayar sapa ya…
Seperti halnya Dishubkominfo, Humas pun merasakan ‘kekusutan’ benang kebijakan tentang kominfo saat berkumpul di tingkat Jateng. Dari penuturan bu Peni, dalam menyikapi hal seperti ini, setiap kabupaten sementara perprinsip “yang penting jalan dulu” sambil menunggu peraturan yang menetap dari tingkat pusat. Dengan kata lain, pemerintah pusat juga tengah menyusun kebijakan menyangkut fungsi kominfo di kabupaten.
Keluhan tentang beban moral Dishubkominfo juga sudah disampaikan. Namun, sekali lagi, ini bukan perkara mudah. Bukan perkara humas dan dishubkominfo saja. Harus melibatkan decision maker. Secara pribadi Bu Peni berpendapat, tidak masalah jika ada pembagian tugas di bidang kominfo antara Humas dan Dishub sepanjang tidak ada tumpang tindih pekerjaan dan anggaran. Jika fungsi kominfo diumpamakan sebagai A, B, C, dan D, maka jika Humas sudah mendapatkan peran A dan B, Dishub juga hanya berperan C dan D. Fungsi yang dilaksanakan Humas, jangan sampai dilaksanakan pula oleh Dishub.
Sementara baru itu. Untuk bisa bertemu satu meja, butuh kesempatan yang tepat dan waktu yang pas pula. Semoga moment itu segera tiba.
Mutt untuk GMail
Kebetulan mempunyai beberapa account di server yang hanya bisa menampilkan CLI (command-line interface) alias hanya text-only. Di rumah pun juga sama, ada laptop yang juga hanya bisa menjalankan CLI (jangan ditanya pakai prosesor apa dan berapa RAM & hardisk-nya, karena jawaban yang diterima mungkin bisa membuat anda bernostalgila sambil senyum-senyum sendiri)
Selain memanfaatkan lynx, kepingin rasanya membaca email GMail seperti membaca email di local. Oleh karena itu dipilihlah “mutt” yang dulu merupakan salah satu MUA (mail user agent) yang sering dipakai. Ada juga “pine”, tapi karena sudah lama tidak menggunaannya, jadi yang paling asyik ya memanfaatkan lagi si “mutt”.
Untuk membaca email di GMail tanpa perlu mendownload email yang ada, cukup dengan memanfaatkan IMAP (internet message access protocol). Yang nanti disimpan di server / desktop lokal hanyalah cache-nya saja. Selain membaca, tentunya perlu juga untuk mengirim. Oleh karena itu dimanfaatkan port 587 (smtp submission port) agar menghindari pemblokiran port 25 yang sudah dilakukan oleh banyak ISP (internet service provider).
File konfigurasi untuk mutt disimpan di home direktori user yang bersangkutan ($HOME) dengan nama .muttrc (hidden file) dan harus mempunyai attribut 700 (user rw only). Untuk selengkapnya isi .muttrc agar bisa baca account GMail adalah sebagai berikut :
# Sesuaikan dengan akun / account gmail anda
set imap_user = “AKUN@gmail.com”
set imap_pass = “PASSWORD”
set smtp_url = “smtp://AKUN@smtp.gmail.com:587/”
set smtp_pass = “PASSWORD”
set from = “AKUN@gmail.com”
set realname = “NAMA ANDA”# Konfigurasi dasar, sebaiknya dibiarkan saja
set folder = “imaps://imap.gmail.com:993″
set spoolfile = “+INBOX”
set postponed = “+[GMail]/Drafts”
set record = “+[GMail]/Sent Mail”
set header_cache=~/.mutt/cache/headers
set message_cachedir=~/.mutt/cache/bodies
set certificate_file=~/.mutt/certificates
set move = no
Kemudian jalankan perintah sebagai berikut :
chmod 700 .muttrc
mkdir .mutt .mutt/cache .mutt/cache/bodies
Silahkan jalankan mutt, dan saat pertama menjalankan akan ditanya untuk menyimpan sertifikasi SSL, jawab saja “Ya” / “Yes” (lupa yang mana hehe).
Untuk dipakai menggunakan dial-up non-GSM / non-CDMA (haaa??? jaman modern gini masih ada?? –au ah gelap), membaca 20400 lebih mailboxes (untuk pertama, kalau sudah ada cache-nya gak bakalan lama karena cuman akan membandingkan perubahan saja) dibutuhkan kurang dari 3 menit. Untuk membaca satu email ukuran 40 ~ 80kb dibutuhkan waktu kurang dari 15 detik. Untuk mengirimkan email pun tidak dibutuhkan waktu lama.
Setting di atas juga bisa diadopsi untuk membaca server lain yang melayani IMAP, seperti Zimbra NE / OS. Juga untuk membaca email dari Microsoft Exchange Server, dll.
Kalau pakai koneksi ADSL gimana ya? Ayo buktikan sendiri pengalaman anda ![]()
Nah kalau kebetulan akses internet anda ada di IIX dan punya bandwidth 10~100Mbps, wah sudah kayak baca di email lokal saja. Manstap lha…
Semoga bermanfaat…
Edisi berikutnya (kalau sempat nulis): kalau multiple GMail / IMAP account bisa gak? Wah bisa sekali
Bertamu ke Dishubkominfo Banjarnegara
Kunjungan Ke Dishubkominfo Banjarnegara
Hari Rabu, 28 Maret 2012 beberapa awak klubaners, Nugroho, Mukhlis PA, dan Aril AS berkunjung ke kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (dishubkominfo) Kabupaten Banjarnegara. Di sana kami diterima oleh Pak Rasyid (Sekdin), Pak Kris (Kasi Kominfo) dan Pak Rian (Staff Si Kominfo). Agenda kunjungan adalah mendiskusikan penerapan dan pengembangan TI di Kabupaten Banjarnegara dan menjajagi peluang bagi KLuBan untuk turut berpartisipasi (cancut taliwanda) dalam proses penerapan dan pengembangan TI.
Secara garis besar kami menanyakan frame kebijakan TI di Banjarnegara. Pertanyaan kami tersebut, di luar dugaan, membuka kenyataan pada kita bahwa Dishubkominfo Kabupaten Banjarnegara memang “berbeda” dengan kabupaten lainnya. Di Banjarnegara, beberapa fungsi kominfo masih ditangani oleh Humas Pemda Kabupaten. Hal ini mungkin karena:
- Infrastruktur sudah terbangun di kantor bupati, sehingga pengelolaannya diserahkan kepada bagian PDE di bawah Bagian Humas Pemkab.
- Dishubkominfo Kabupaten Banjarnegara terbilang baru (terbentuk 2008) sehingga butuh biaya ekstra untuk memindahkan atau mengadakan infrastruktur, dan ketersediaan tenaga teknis juga masih terbatas.
- Fungsi Kominfo belum mendapatkan prioritas perhatian dari pemegang kebijakan, sehingga peran dishubkominfo Banjarnegara masih sangat terbatas dan tidak mudah berkembang.
Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa Dishubkominfo Kabupaten Banjarnegara kesulitan menjalankan peran di bidang kominfo / pengembangan TI karena faktor struktur organisasi. Hal ini merupakan beban moral juga bagi dishubkominfo, seperti dituturkan oleh Pak Rosyid.
Masalah ini sendiri sempat menjadi pertanyaan oleh Departemen Kominfo pada saat diselenggarakan sosialisasi e government. Mengapa fungsi kominfo dieksekusi oleh Humas. Keadaan ini pula yang membuat peringkat e-government Kabupaten Banjarnegara turun dari urutan ke-13 menjadi urutan ke-25. Rupanya faktor otonomi daerah juga yang ikut memungkinkan struktur organisasi dishubkominfo menjadi boleh berbeda. Selain itu tantangan TI juga turut berpengaruh. Jika kinerja TI sudah cukup tinggi, bukan tidak mungkin, kominfo akan menjadi dinas tersendiri seperti di Pekalongan.
Menghadapi kondisi seperti ini, agar dishubkominfo Banjarnegara juga bisa berperan seperti halnya Dishubkominfo Purbalingga atau Cilacap, yang dibutuhkan adalah sinkronisasi peran dan fungsi. Hal ini tentu bukan perkara mudah, karena harus melibatkan Bupati dan DPR. Minimal KLuBan diharapkan bisa menjadi pembuka komunikasi antara Humas Pemkab dan Dishubkominfo. Sukur-sukur bila nantinya bisa duduk bersama untuk menemukan tatanan organisasi kominfo yang pas untuk Banjarnegara, apakah dilebur atau ada pendefinisan baru. Bila memungkinkan, ada harapan hal ini turut dibicarakan dengan Pak Hadi Supeno.
Barangkali tujuan KLuBan hari itu tidak sepenuhnya berhasil. Namun pihak Dishubkominfo sendiri merasa berterima kasih kepada KLuBan. Kunjungan KLuBan hari itu dirasakan sebagai sebuah kepedulian masyarakat Banjarnegara (dan Purbalingga
) pada pengembangan TI di Banjarnegara. KLuBan juga tidak merasa kecewa, karena pihak intern Dishubkominfo Banjarnegara membuka minat meng-open source-kan kantornya.
Ganti wajah login screen mint
Saya baru pinjam buku dari perpus. Judulnya Ubuntu from Zero 2. Ada bahasan yang membuat saya penasaran. Mengganti login screen. Saya praktekan di Ubuntu, oke. Gilran dii mint, gak jadi.
Cari tutorialnya, dapet. Dipraktekkin gak jadi, gak pas. Selidik-punya selidik, gambar latar belakang login screen di mint 12 lisa punya saya adalah sebuah link yang ada di dalam direktory /usr/share/backgrounds/linuxmint. Nama filenya adalah default_background.jpg. Jadi, file latar belakangnya adalah
/usr/share/backgrounds/linuxmint/default_background.jpg
Lalu, iseng-iseng saya merename link default_background.jpg, pamrihnya saya mau buat link baru lagi dengan nama default_background.jpg. Link itu merujuk ke file /usr/share/pixmaps/backgrounds/mate/nature/Aqua.jpg. Saya tuliskan perintah berikut di terminal:
sudo ln -s /usr/share/pixmaps/backgrounds/mate/nature/Aqua.jpg /usr/share/background/linuxmint/default_background.jpg
Begitu saya logout, latar belakang login screen sudah berganti menjadi Aqua.jpg.
What a luck! Lagi menang begjo, thok.
Ngobrol di DISHUBKOMINFO
Hari ini saya berkesempatan mampir ke Dishubkominfo Banjarnegara, bertemu dengan Pak Rian, staff bagian kominfo. Kebetulan Pak Adi, kepala bidang kominfo sedang tidak di kantor. Dari obrolan dengan Pak rian didapat klue-klue sebagai berikut:
- Kebijakan tentang teknologi informasi seperti sistem informasi dan web kabupaten masih dibebankan kepada Humas Pemda Banjarnegara.
- Dishubkominfo masih sebatas pada sosialisasi PLIK, dan internet sehat, ijin warnet, serta tower-tower bts.
- Ke depan, ada dishubkominfo akan dilimpahi fungsi yang saat ini diemban humas.
- Pak Rian sudah men-deploy linux ubuntu ke beberapa komputer di dishubkominfo, dan beliau punya minat cukup besar terhadap linux. Beliau juga punya cita-cita mengelola server kecil-kecilan untuk menunjang fungsi dishubkominfo seperti pengelolaan angkutan.
Dari klue-klue tersebut muncul gagasan seperti ini:
- Komunitas Linux Banjarnegara, bertamu secara resmi ke dishubkominfo Banjarnegara.
- Agenda kunjungan selain silaturahim, juga menawarkan sosialisasi dan pelatihan linux atau open source software di kalangan internal dishubkominfo.
- Kluban membantu pak rian meng-inisiasi server linux lokal di dishubkominfo.
:: Install LAMP di Ubuntu 11 / 10
:: Apa itu LAMP
LAMP adalah singkatan dari Linux Apache MySQL PHP/Perl.
:: Cara install LAMP di Linux Ubuntu 11
# apt-get install lamp-server^
atau
$ sudo apt-get install lamp-server^
:: Testing
+ Apache
http://localhost
+ MySQL via PhpMyAdmin
http://localhost/phpmyadmin
+ Php
buat file phpinfo.php di root directory / htdocs web anda
# vi phpinfo.php <? phpinfo(); ?>
:: Tautan
+ Google
+ MultimediaBoom


